Kamis, 03 Maret 2011

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: “Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung.

Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : “Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?”

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. “Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan “ting!” setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” jawab wanita itu, “Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku”. Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

“Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya”, demikian kata seorang bijak.

Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.

Alasan cincin pernikahan harus ditaruh di jari manis

“Tuhan benar2 membuat keajaiban”
Ikuti langkah berikut ini, gan :
1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan

Ikuti langkah berikut ini :

1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan

4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.

7. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

Pohon yang Kehilangan Rohnya

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa?

Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.

Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguh aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang perlu diingat bahwa setiap kali anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu, sama artinya anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah anda berteriak pada anak anda? “Ayo cepat! Dasar leletan. Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan? Ayo, jangan main-main disini. Berisik! Bising !”

Atau pernahkah anda berteriak kepada orang tua anda karena merasa mereka membuat anda jengkel? “Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar? Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak?”

Atau, mungkin anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup anda karena anda merasa sakit hati? “Ih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak! Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh. Perempuan kampungan banget sih!”

Atau bisa jadi ada seorang guru berteriak pada anak didiknya, “Dasar tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?”
Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesel, “Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku tidak bakal nyesel! Ada banyak yang bisa gantikan kamu? Sial! Kerja gini aja nggak becus?”

Ingatlah! Setiap kali anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai.

Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan.

Tapi, sebaliknya apabila anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Atau anda juga bakal mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita. (chr)

KEMATIAN JANIN DI KANDUNGAN

Adakah tanda-tanda yang bisa dikenali? Apa pula dampaknya buat ibu ?

Kehamilan selalu memberi pengharapan agar anak yang dikandung lahir selamat tanpa kurang suatu apa. Namun adakalanya harapan ini tak terwujud manakala janin meninggal di kandungan sebelum sempat dilahirkan.


Kematian janin di kandungan, terang dr. Nasdaldy, Sp.OG dalam dunia kedokteran dikenal dengan Intra Uterin Fetal Death (IUFD). "Yang dimaksud kematian janin adalah kematian yang terjadi saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu dimana janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau lebih." Umumnya, lanjut Nasdaldy, kematian janin terjadi menjelang persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki 8 bulan.


PENYEBAB KEMATIAN


Penyebab kematian janin di kandungan, terang Nasdaldy, terutama karena Tuhan tidak menghendaki. "Kan, filosopi yang mengatakan karena ia tak lolos seleksi alam. Jadi, kalau pun ia hidup, tak akan survive."


Kecuali itu, ada berbagai penyebab yang bisa mengakibatkan kematian janin di kandungan, diantaranya:


* Ketidakcocokan rhesus darah ibu dengan janin.


Akan timbul masalah bila ibu memiliki rhesus negatif, sementara bapak rhesus positif. Sehingga anak akan mengikuti yang dominan; menjadi rhesus positif. "Akibatnya antara ibu dan janin mengalami ketidakcocokan rhesus."


Ketidakcocokan ini akan mempengaruhi kondisi janin tersebut. Misalnya, dapat terjadi hidrops fetalis; suatu reaksi imunologis yang menimbulkan gambaran klinis pada janin, antara lain pembengkakan pada perut akibat terbentuknya cairan berlebih dalam rongga perut (asites), pembengkakan kulit janin, penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung, dan lain-lain. Akibat penimbunan cairan yang berlebihan tersebut, maka tubuh janin akan membengkak. "Bahkan darahnya pun bisa tercampur air." Biasanya kalau sudah demikian, janin tak akan tertolong lagi.


Sebenarnya, terang Nasdaldy, hidrops fetalis merupakan manifestasi dari bermacam penyakit. Bisa karena kelainan darah, rhesus, atau kelainan genetik. "Biasanya bila kasusnya hidrops fetalis, maka tak ada manfaatnya kehamilan dipertahankan. Karena memang janinnya pasti mati." Sayangnya, seringkali tidak dilakukan otopsi pada janin yang mati tersebut, sehingga tidak bisa diketahui penyebab hidrops fetalis. "Padahal dengan mengetahui penyebabnya bisa untuk tindakan pencegahan pada kehamilan berikutnya."


* Ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan janin.


Terutama pada golongan darah A,B,O. "Yang kerap terjadi antara golongan darah anak A atau B dengan ibu bergolongan O atau sebaliknya." Sebab, pada saat masih dalam kandungan, darah ibu dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. Bila darah janin tidak cocok dengan darah ibunya, maka ibu akan membentuk zat antibodinya.


* Gerakan sangat "liar".


Gerakan bayi dalam rahim yang sangat berlebihan, terutama jika terjadi gerakan satu arah saja. "Nah, karena gerakannya berlebihan, terlebih satu arah saja, maka tali pusat yang menghubungkan janin dengan ibu akan terpelintir. Kalau tali pusat terpelintir, maka pembuluh darah yang mengalirkan plasenta ke bayi jadi tersumbat." Kalau janin sampai memberontak, yang ditandai gerakan "liar", biasanya karena kebutuhannya ada yang tidak terpenuhi, entah itu karena kekurangan oksigen, atau makanan. Karena itu, harus segera dilakukan tindakan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan janin. Misalnya, apakah oksigen dan gizinya cukup? Kalau ibu punya riwayat sebelumnya dengan janin meninggal, maka sebaiknya aktivitas ibu jangan berlebihan. "Sebab, dengan aktivitas berlebihan, maka gizi dan zat makanan hanya dikonsumsi ibunya sendiri, sehingga janin relatif kekurangan."


* Berbagai penyakit pada ibu hamil.


Salah satu contohnya preeklampsia dan diabetes. Itulah mengapa pada ibu hamil perlu dilakukan cardiotopografi (CTG) untuk melihat kesejahteraan janin dalam rahim.


* Kelainan kromosom.


Bisa disebut penyakit bawaan, misalnya, kelainan genetik berat trisomy. "Kematian janin akibat kelainan genetik biasanya baru terdeteksi saat kematian sudah terjadi, yaitu dari otopsi bayi." Sebab, ungkap Nasdaldy, jarang sekali dilakukan pemeriksaan kromosom saat janin masih dalam kandungan. "Selain biayanya mahal, risikonya juga tinggi. Karena harus mengambil air ketuban dari plasenta janin sehingga berisiko besar terinfeksi, juga bisa lahir prematur. Kecuali kalau memang ada keganjilan dalam kehamilan tersebut yang dicurigai sebagai kelainan kromosom."


* Trauma saat hamil.


Trauma bisa mengakibatkan terjadi solusio plasentae atau plasenta terlepas. Trauma terjadi, misalnya, karena benturan pada perut, entah karena kecelakaan atau pemukulan. "Benturan ini bisa saja mengenai pembuluh darah di plasenta, sehingga timbul perdarahan di plasenta atau plasenta lepas sebagian. Akhirnya aliran darah ke bayi pun jadi tak ada."


* Infeksi pada ibu hamil.


Ibu hamil sebaiknya menghindari berbagai infeksi, seperti infeksi akibat bakteri maupun virus. "Bahkan demam tinggi pada ibu hamil bisa menyebabkan janin tak tahan akan panas tubuh ibunya."


* Kelainan bawaan bayi.


Kelainan bawaan pada bayi sendiri, seperti jantung atau paru-paru, bisa mengakibatkan kematian di kandungan.


SEGERA DILAHIRKAN


Selama hamil, kehati-hatian dan kewaspadaan ibu perlu ditingkatkan, mengingat demi kebaikan janin dan ibu itu sendiri. Apa saja yang harus diwaspadai?


Yang pertama, bila tidak ada gerakan janin. "Pada ibu-ibu yang sudah merasakan gerakan bayi; pada kehamilan lebih dari 5 bulan, perlu diwaspadai jika dalam sehari ia tak bisa merasakan gerakan bayinya." Gerakan bayi yang normal minimal 10 kali dalam sehari.


Yang kedua, ibu perlu mewaspadai tanda-tanda "sekarat" pada bayi. "Sebelum bayi tidak bergerak sama sekali, biasanya juga didahului tanda-tanda 'sekarat'. Timbul gerakan yang sangat hebat atau malah sebaliknya, gerakannya semakin pelan atau lemah." Pada ibu yang peka, pasti akan terasa, kok, saat gerakan janinnya lain.


Yang ketiga, bila kehamilan tak kunjung membesar. "Ibu harus curiga bila pertumbuhan kehamilan tidak sesuai bulannya."


Nah, bila terjadi hal-hal yang sudah diuraikan tadi, terang Nasdaldy, sebaiknya segera periksa ke dokter. "Walau belum waktunya pemeriksaan ulang, sebaiknya segera periksa. Sehingga sebelum terjadi kematian, dokter bisa melakukan tindakan pencegahan." Tindakan yang dilakukan dokter biasanya dengan melahirkan segera atau lahir prematur. "Di luar bayi bisa di-treatment agar bisa hidup."


Bila sudah diketahui penyebabnya, maka dokter tentu juga akan mengatasi penyebab tersebut. "Bila ada infeksi pada ibu, maka akan diobati infeksinya. Kalau ibunya diabetes, maka diobati diabetesnya."


Dengan bantuan optimal, maka gawat janin bisa membaik kembali. "Karena untuk janin yang sedang 'sekarat', tak selamanya harus dikeluarkan. Karena dikeluarkan pun harus melihat usia kehamilannya, kan? Kalau ternyata usianya masih muda, tidak mungkin ia dilahirkan segera. Pada usia kehamilan muda tentunya paru-parunya belum terbentuk sempurna. Sehingga di luar pun ia tak mungkin bisa bernafas. Jadi, yang dilakukan dokter adalah mempertahankan dengan mengatasi penyebabnya tersebut."


Jika tak tertolong lagi, terang Nasdaldy, maka janin yang sudah meninggal harus segera dilahirkan. "Proses kelahiran harus dilakukan secara normal agar tidak terlalu merugikan ibu." Jadi, bukan melalui operasi. Sebab, operasi tetap saja berisiko buat ibunya. "Anaknya, kan, sudah meninggal, kenapa harus menanggung risiko untuk anak yang sudah tidak ada?"


Operasi hanya dilakukan jika ada halangan untuk melahirkan normal. Misalnya, bayinya mati dalam posisi melintang, ibu mengalami preeklampsia, dan sebagainya.


Yang jadi berbahaya justru jika janin yang sudah meninggal tidak segera dilahirkan. "Kalau lebih dari dua minggu bersemayam dalam rahim ibunya, tentu akan mengganggu pembekuan darah si ibu. Zat pembekuan darah atau fibrinogennya bisa turun." Hal ini akan berakibat fatal kala ibu melahirkan janin tersebut. "Dalam persalinan, kan, pasti terjadi perdarahan. Nah, kalau fibrinogennya rendah, maka perdarahannya tidak bisa berhenti. Jadi, bisa saja ibu tak tertolong karena perdarahan tersebut."


Namun, bukan berarti tak ada obat untuk mencegahnya, lo. Sebelum dilakukan tindakan persalinan, bila telah diketahui janin sudah meninggal, maka dokter akan mengecek dulu fibrinogennya. "Kalau fibrinogennya turun, maka harus diberi obat fibrinogen."


Tapi kasus janin meninggal bersemayam lebih dari 2 minggu sangat jarang terjadi. "Karena sebenarnya alam sudah mengaturnya. Biasanya tubuh si ibu sendiri kalau janinnya mati akan terjadi penolakan. Timbullah proses persalinan."


Memang, diakui Nasdaldy, cukup banyak ibu yang tak menyadari janinnya sudah meninggal. "Bahkan sampai janinnya itu membatu atau mengeras." Hal ini terjadi karena kurang pekanya sang ibu, terlebih lagi karena tak ada reaksi penolakan pada tubuhnya. "Biasanya terjadi pada ibu yang tak menyadari kalau dirinya hamil, tahu-tahu anaknya sudah meninggal dalam kandungan, bahkan telah membatu."


Tentu saja mengeluarkan janin yang telah membatu lebih berisiko. "Mengeluarkannya akan lebih susah sehingga biasanya terjadi komplikasi, misalnya, ada perobekan di dinding rahim dan jalan lahir."


Nah, kini Ibu lebih paham, bukan? Tentu menjadi paham jangan menjadikan ketakutan untuk hamil, ya, Bu?

HARUS CARE


Karena ada kemungkinan janin meninggal di kandungan, terang dr. Nasdaldy Sp.OG, seharusnya ibu hamil harus care pada kehamilanya. Salah satunya dengan cara melakukan pemeriksaan rutin agar bisa mendeteksi setiap kelainan yang muncul. Selain itu, ibu hamil tetap bisa beraktivitas normal, tapi tidak dipaksakan. "Artinya, sesuaikan dengan kemampuan." Jadi, sama sekali bukan berarti ibu hamil harus istirahat total. Kehamilan, kan, proses alamiah sehingga tidak diartikan sebagai seorang wanita tidak boleh mengerjakan apa-apa karena ia sedang hamil. "Kecuali jika ditemukan kelainan dalam kehamilannya yang mengharuskan ia istirahat."


Selanjutnya, hindari asap rokok, baik perokok aktif maupun perokok pasif. "Karena asap rokok akan berakibat bagi pertumbuhan janin. Janin bisa tak sehat. Nah, kalau janin tak sehat, maka akan terjadi dua hal; bisa sembuh atau mati, kan?"


Gizi perlu diperhatikan selama hamil karena gangguan gizi akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin. "Kalau gizinya baik, tentu daya tahan janin pun akan baik pula. Sehingga beberapa penyakit yang bisa berdampak ke ibu dan janin bisa ditangkal."






BISA HAMIL LAGI


Setelah kematian janin, bukan berarti ibu tidak bisa hamil lagi, lo. Seperti penuturan dr. Nasdaldy, Sp.OG, "Ibu bisa memulai program hamil kapan saja. Hanya sebaiknya penyebab kematian janin terdahulu sudah diketahui sebelum hamil kembali." Hal ini bertujuan agar pada kehamilan berikutnya bisa diantisipasi hal-hal yang menjadi permasalahan kasus tersebut.


Sayangnya, terang Nasdaldy, jarang sekali orang tua yang bersedia mengotopsi janinnya yang meninggal. Akibatnya penyebab kematiannya tidak diketahui dengan pasti. Padahal mengetahui penyebab kematian akan mempermudah pengobatan yang harus diberikan pada ibu. Misalnya, bila penyebabnya karena perbedaan rhesus darah, maka harus segera diobati rhesusnya. "Pengobatan ini harus segera diberikan supaya zat antinya tidak terlanjur terbentuk. Sehingga kalau terjadi kehamilan lagi, perbedaan rhesus tidak berdampak seperti sebelumnya."



Sumber : Indah Mulatsih

Rabu, 02 Maret 2011

Kelebihan Garam Picu Serangan Jantung

Kelebihan Garam Picu Serangan Jantung
Berapa takaran ideal konsumsi garam per hari yang aman bagi kesehatan?

VIVAnews - Masakan memang akan terasa hambar bila tak dibubuhi garam. Tapi hati-hati, garam bisa mengancam jiwa Anda bila berlebihan mengonsumsinya.

Menurut penelitian ilmuwan di Australia, kelebihan garam pada makanan berisiko menyebabkan aliran darah pada arteri utama terhambat. Hanya dalam waktu 30 menit pembuluh darah diperkirakan akan kaku. Kemudian, kondisi ini akan berpengaruh pada sistem kerja jantung.

“Jenis kerusakan pada aliran darah dianggap sebagai tanda sangat awal dari penyakit jantung. Setiap kali Anda makan makanan asin Anda mengubah fungsi dari sel-sel baris arteri Anda," kata Profesor Graham MacGregor, seperti dikutip dari Daily Mail.

Selain berpengaruh pada peningkatan risiko serangan jantung, kelebihan garam juga dikaitkan dengan risiko stroke, penyakit ginjal, osteoporosis, dan kanker perut.

Porsi ideal konsumsi garam yang aman bagi kesehatan, tidak lebih dari 6 gram per hari. Tetapi, mayoritas orang diperkirakan mengonsumsi lebih dari 8 gram sehari. Di beberapa negara maju, satu dari dua pasien yang meninggal dunia akibat gangguan atau serangan jantung, mengasup garam rata-rata 8-12 gram sehari.

Sebaliknya, menurut penelitian, bila asupan garam dikurangi setiap hari, hal ini akan memangkas risiko terkena stroke sampai 22 persen dan serangan jantung sampai 16 persen.
• VIVAnews